Oleh: Muhammad Abduh Negara
Syubhat pemikiran menyimpang semisal pemikiran anti Syariat Islam, pendukung pluralisme agama, dan lain-lain, tidak layak ditanggapi dengan makian dan sumpah serapah. Itu hanya makin membenarkan hipotesa mereka, bahwa anda benar-benar kaum sumbu pendek.
Benar dan salah, baik dan jahat, jangan dipandang seperti tayangan sinetron, yang baik sangat suci, sedangkan yang jahat pikirannya dari bangun tidur sampai tidur lagi hanya untuk mencelakai orang. Itu tidak benar. Coba anda dengarkan komentar dari para pendukung pemikiran liberal atau pluralis atau semisalnya, maka anda akan merasakan bahwa misi mereka adalah “menyelamatkan dunia dari para penjahat”. Nah terus, penjahat sebenarnya siapa?
Setiap orang berpikir, berucap, dan bertindak, sesuai pemahamannya. Kalangan yang menyatakan semua agama sama -misalnya-, niat mereka menyebarkan pahamnya bukan untuk menyesatkan manusia, tapi “memberikan pencerahan”, versi mereka tentunya. Inilah yang dinamakan syubhat.
Karena itu, jika tujuan anda bicara atau menulis adalah untuk meng-counter pemikiran yang menyimpang, maka sampaikanlah dengan jelas pemikiran yang benar itu seperti apa, dengan bahasa yang baik, agar orang-orang yang terkena syubhat atau hampir terkena syubhat, bisa membaca, kemudian berpikir ulang.
Namun jika belum apa-apa, sudah anda maki-maki dan sumpah serapahi, apa iya mereka tertarik mendengarkan materi dakwah anda? Atau jangan-jangan anda bukan berniat dakwah, tapi sekadar meluapkan emosi? Jika benar, mungkin ada masalah pada kejiwaan anda. Kalau seperti ini, anda ke psikiater dulu, sebelum maju ke medan dakwah.

Leave a Reply