Oleh: Muhammad Abduh Negara
Salah satu pembahasan fiqih thaharah yang rumit adalah soal haid dan istihadhah, dan banyak pelajar fiqih yang kesulitan memahami perinciannya, misal soal darah haid yang terputus-putus, menentukan mana darah haid dan mana istihadhah, yang di fiqih Syafi’i sampai ada 7 skenario, dan lain-lain.
Ketidaktahuan tentang perincian semacam ini, dimaklumi, karena bahkan banyak para penelaah fiqih yang kesulitan memahaminya, saking rumit dan terperincinya.
Namun jika ada yang tidak tahu, apa itu darah haid, dan apa itu darah istihadhah, dalam pengertian sederhananya, maka bisa dipastikan orang ini tidak punya kelayakan bicara fiqih thaharah. Jika hal sesederhana ini saja tidak tahu, bagaimana kita bisa tenang dengan penjelasannya dalam perkara yang jauh lebih rumit.
Dua ketidaktahuan, pada dua perkara berbeda, jangan diletakkan di tempat yang sama. Jika anda bicara soal sikap adil, menyamakan dua hal yang berbeda itu bukan sikap yang adil.

Leave a Reply