Oleh: Muhammad Abduh Negara
Syaikh Muhammad ‘Abduh lebih kukuh pemahamannya terhadap pokok-pokok syariat yang muhkamat dibandingkan gurunya, Sayyid Jamaluddin al-Afghani, karena pengetahuan khas Azhari-nya yang luas dan mendalam. Dan Sayyid Muhammad Rasyid Ridha lebih kukuh pemahamannya terhadap pokok-pokok syariat yang muhkamat dibandingkan gurunya, al-Ustadz al-Imam Muhammad ‘Abduh, karena penguasaannya yang luas terhadap Sunnah dan atsar, dan pemahamannya terhadap madrasah salafiyyah yang dibangun oleh Imam Ibnu Taimiyyah dan muridnya, Ibn al-Qayyim.
Ijtihad Rasyid Ridha dan berbagai fatwa khas tajdid-nya tersebar luas di dunia Islam, dan al-Qaradhawi lebih banyak menerima ijtihad-ijtihad beliau ini dibandingkan ijtihad dari gurunya, Muhammad ‘Abduh. Adapun al-Afghani, kami hampir tidak mengetahui beliau memiliki satu ijtihad tertentu, kata al-Qaradhawi. Sosok al-Afghani lebih seperti sosok seorang revolusioner yang menggugah akal dan kesadaran kita, akan pentingnya ijtihad dan tajdid, bukan sosok seorang faqih yang kukuh keilmuannya dalam ushul dan qawaid-nya. Kullun muyassarun limaa khuliqa lahu.
(Liqa’at wa Muhawarat Haula Qadhaya al-Islam wa al-‘Ashr, Dr. Yusuf al-Qaradhawi)


Leave a Reply