Meniti Jalan Para Ulama - Blog Pribadi Muhammad Abduh Negara

Fikrah

Apa yang Harus Diprioritaskan dalam Dakwah dan Perbaikan Umat?

Oleh: Muhammad Abduh Negara

Ada yang bilang, masalah utama adalah faktor pendidikan. Ada yang bilang, kebijakan politik. Ada yang bilang, perbaikan akhlak. Ada yang bilang, masalah tauhid. Dan seterusnya.

Sebagai orang yang dulu pernah ikut kelompok, yang mengatakan masalah umat ini sebab utamanya adalah karena tidak berlakunya “kehidupan Islami” yang hanya bisa terwujud dengan tegaknya khilafah, kemudian menganggap bahwa semua elemen umat Islam harus memprioritaskan dakwah model kelompoknya ini, saya saat ini mengambil kesimpulan, semua persoalan itu harus diurus, tanpa harus mengalahkan salah satu untuk memenangkan yang lain.

Kalaupun mau menyebut masalah utama, jawabannya jelas adalah “ditinggalkannya Islam dalam berbagai aspeknya”. Dan karena “berbagai aspek”, maka untuk menyelesaikannya juga perlu melihat berbagai aspek, bukan memenangkan satu aspek dan meremehkan aspek lainnya.

Karena itu, yang diperlukan adalah sinergi dalam dakwah, bukan keseragaman dalam gerakan dakwah.

Sebagai tambahan, coba kita kritisi beberapa aspek di atas.

Bagi yang mengatakan, masalah utama adalah dunia pendidikan. Mau tidak mau, dia harus sadar, bahwa keberlangsungan dunia pendidikan, sangat erat dengan kebijakan politik. Mau satu kampus atau satu sekolah, membuat sistem pendidikan dan pembelajaran terbaik, itu tak akan bisa terwujud, jika langkah politik ingin menghentikannya, baik melalui kementerian pendidikan maupun yang lainnya.

Bagi yang mengatakan, solusinya adalah masuk dalam dunia politik dan pemerintahan. Kita bisa katakan, untuk melahirkan politisi yang punya integritas yang baik, bukan politisi culas seperti kebanyakan saat ini, perlu lahir dari sistem pendidikan yang baik.

Yang mengatakan, harus tegakkan khilafah dulu, baru selesai semua persoalan umat. Maka kita katakan, jika tegaknya khilafah adalah solusi tuntas, lalu mengapa khilafah di masa lalu malah runtuh? Jika dikatakan, karena masuknya pemikiran asing ke tubuh umat Islam, maka kita katakan, berarti khilafah tak mampu membendung pemikiran asing tersebut, artinya khilafah bukan solusi tuntas?!

Dan seterusnya. Dan seterusnya.

Bisa dikatakan, apapun solusi yang diberikan, selama hanya mengunggulkan satu aspek saja, kemungkinan besar (ghalabatuzh zhan), akan ada celah besar untuk bisa dikritik.

Lagi-lagi, yang diperlukan adalah sinergi. Perlu ada yang bergerak dalam bidang pendidikan, dalam dakwah tauhid, dalam politik, dan seterusnya, dengan dinaungi semangat yang sama, yaitu membumikan Islam.

Leave a Reply