Meniti Jalan Para Ulama - Blog Pribadi Muhammad Abduh Negara

Fiqih Syafi'i

Basmalah Adalah Ayat Pertama Pada Tiap Surah Kecuali Surah Baraah

Oleh: Muhammad Abduh Negara

Dalam Fath Al-Mu’in disebutkan:

مع قراءة البسملة فإنها آية منها؛ لأنه صلى الله عليه وسلم قرأها ثم الفاتحة، وعدها آية منها، وكذا من كل سورة غير براءة.

Artinya: “Beserta membaca basmalah, karena ia adalah satu ayat darinya (surah Al-Fatihah), karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membacanya kemudian membaca Al-Fatihah, dan beliau menganggapnya satu ayat dari Al-Fatihah. Demikian juga, ia ayat dari seluruh surah kecuali surah Baraah.”

Dari ungkapan di atas, basmalah adalah ayat pertama pada surah Al-Fatihah dan surah-surah lainnya, kecuali surah Baraah. Karena itu, ia harus dibaca di awal setiap surah, karena ia bagian darinya, dan dibaca jahr (nyaring) pada tempatnya, dan sirr (lirih) pada tempatnya, saat shalat, sebagaimana ayat Al-Qur’an lainnya.

Dalam I’anah Ath-Thalibin disebutkan dua dalil, yang menunjukkan basmalah adalah ayat pertama dari setiap surah kecuali surah Baraah.

Pertama, Hadits dari Anas radhiyallahu ‘anhu:

بَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ يَوْمٍ بَيْنَ أَظْهُرِنَا إِذْ أَغْفَى إِغْفَاءَةً، ثُمَّ رَفَعَ رَأْسَهُ مُتَبَسِّمًا، فَقُلْنَا : مَا أَضْحَكَكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ ؟ قَالَ : ” أُنْزِلَتْ عَلَيَّ آنِفًا سُورَةٌ “، فَقَرَأَ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ.

Artinya: “Pada suatu hari, ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersama kami, beliau tertidur sebentar, kemudian mengangkat kepalanya sambil tersenyum. Kami bertanya, ‘Apa yang membuat anda tertawa wahai Rasulullah?’, beliau menjawab, ‘Baru saja diturunkan kepadaku satu surah’. Kemudian beliau membaca: bismillahirrahmanirrahim, innaa a’thainaakal kautsar, fashalli li rabbika wanhar, inna syaaniaka huwal abtar.” (HR. Muslim dan An-Nasai)

Hadits di atas menunjukkan, basmalah menjadi bagian dari surah Al-Kautsar, dan itu juga menunjukkan ia merupakan awal dari semua surah.

Kedua, ijma’ shahabat radhiyallahu ‘anhum ajma’in dalam memasukkan basmalah dalam mushaf dengan tulisan yang sama dengan tulisan Al-Qur’an, di awal setiap surah kecuali surah Baraah. Seandainya ia bukan bagian dari Al-Qur’an, mereka tentu tak akan memasukkannya dalam mushaf, karena itu bisa membuat orang meyakini sesuatu selain Al-Qur’an sebagai Al-Qur’an.

Jika tujuan penulisan basmalah dalam mushaf tersebut, sekadar untuk pemisah antar surah, maka tentu mereka akan menuliskannya di awal surah Baraah, dan tidak menulisnya di awal surah Al-Fatihah, karena ia bagian awal dari mushaf dan tidak ada surah sebelumnya.

Wallahu a’lam.

Rujukan:
1. Fath Al-Mu’in Bi Syarh Qurrah Al-‘Ain Bi Muhimmah Ad-Diin, karya Al-‘Allamah Zainuddin Ahmad bin ‘Abdil ‘Aziz Al-Malibari, Halaman 67, Penerbit Dar Al-Faiha, Damaskus, Suriah.
2. Hasyiyah I’anah Ath-Thalibin ‘Ala Hall Alfazh Fath Al-Mu’in, karya Al-‘Allamah Abu Bakr ‘Utsman bin Muhammad Syaththa Al-Bakri, Juz 1, Halaman 275, Penerbit Dar Al-Faiha, Damaskus, Suriah.

Leave a Reply