Meniti Jalan Para Ulama - Blog Pribadi Muhammad Abduh Negara

Fikrah

Perlu Hati-hati dalam Berfatwa, Meski “Hanya” Urusan Thaharah

Oleh: Muhammad Abduh Negara

Ada da’i yang menyatakan seluruh ulama sepakat bahwa orang yang tidak berwudhu boleh menyentuh mushaf Al-Qur’an. Ini jelas kekeliruan. Dan beliau bertanggung jawab jika banyak pengikutnya yang kemudian mengikuti pendapat gharib ini, apalagi jika mereka mengira bahwa benar seluruh ulama sepakat membolehkannya.

Dalam Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyyah Al-Kuwaitiyyah, salah satu kitab fiqih perbandingan madzhab yang ditulis di era kontemporer, dikatakan bahwa kebanyakan fuqaha (ahli fiqih) menyatakan tidak boleh bagi orang yang berhadats kecil (tidak berwudhu) menyentuh mushaf. Dan Ibnu Qudamah menyatakan tidak diketahui ada khilaf dalam hal ini kecuali dari Dawud Azh-Zhahiri.

Dalam Bidayatul Mujtahid, kitab perbandingan madzhab era klasik yang ditulis Ibnu Rusyd, dikatakan bahwa yang berpendapat haramnya menyentuh mushaf tanpa wudhu adalah Malik, Abu Hanifah, dan Asy-Syafi’i (dan maklum bagi yang pernah membaca kitab ini, seringkali penulis tidak memuat pendapat Ahmad bin Hanbal). Sedangkan yang menyatakan tidak disyaratkan wudhu saat menyentuh mushaf adalah pendapat Ahluzh zhahir.

Sedangkan dalam Al-Fiqh Al-Islami Wa Adillatuhu, kitab fiqih perbandingan madzhab karya Wahbah Az-Zuhaili, dikatakan bahwa mayoritas ahli fiqih menyatakan orang yang tidak berwudhu tidak boleh menyentuh mushaf (dengan perincian bahasan). Sedangkan yang membolehkan adalah Ibnu ‘Abbas dan kalangan Zaidiyyah. Sedangkan Dawud Azh-Zhahiri bahkan membolehkan menyentuh mushaf bagi yang berhadats besar.

Kesimpulan, mayoritas sekali ulama, termasuk dari lingkungan empat madzhab fiqih mu’tabar, menyatakan menyentuh mushaf tanpa wudhu haram hukumnya.

Wallahu a’lam.

Catatan: Jika sang da’i telah rujuk dari pernyataannya, silakan diinfokan dan ditulis di kolom komentar beserta tautan video atau tulisannya.

Leave a Reply