Meniti Jalan Para Ulama - Blog Pribadi Muhammad Abduh Negara

Fikrah

Status Hadits Mu’allaq dalam Shahih al-Bukhari

Oleh: Muhammad Abduh Negara

Hadits mu’allaq dalam Shahih al-Bukhari terbagi dua kategori, yaitu:

1. Yang disebutkan dengan redaksi yang mengandung kepastian (jazm), seperti: qaala, dzakara, dan hakaa, maka statusnya shahih.

2. Yang disebutkan dengan redaksi yang mengandung ketidakpastian (tamridh), seperti: qiila, dzukira, dan hukiya, maka statusnya tidak bisa dipastikan shahih. Pada Hadits mu’allaq semacam ini, ada yang shahih, hasan, dan dhaif. Hanya saja, tidak ada yang merupakan Hadits wahi (Hadits yang sangat dhaif).

(Taysir Mushthalah Hadits, Dr. Mahmud ath-Thahhan)

Catatan M4N:

‘Adah (kebiasaan) Imam al-Bukhari, menyebutkan ayat al-Qur’an, Hadits mu’allaq dan atsar salaf di awal bab-bab dalam Shahih al-Bukhari, untuk mendukung pendapat yang beliau pilih, baik dalam perkara aqidah maupun fiqih.

Jadi, posisi Hadits mu’allaq ini, adalah untuk menyokong pendapat yang beliau pilih, dan tidak disyaratkan bahwa Hadits mu’allaq ini derajat keshahihannya setingkat dengan Hadits-Hadits musnad (disebutkan dengan sanad lengkap, dan merupakan Hadits-Hadits utama) dalam Shahih beliau tersebut. Kadang ia shahih, dan ketika diriwayatkan dengan redaksi tamridh, kadang ia hasan, bahkan dhaif. Ini sama sekali tidak mencederai ketinggian ilmu Imam al-Bukhari, maupun keagungan kitab Shahih beliau. Ini hanya metode ilmiah yang beliau tempuh.

Wallahu a’lam.

Leave a Reply