Oleh: Muhammad Abduh Negara
Menurut Ishaq bin Rahawaih, Ibnu Hazm (dan Zhahiriyyah), dan Ibnu Taimiyyah, serta satu qaul dari asy-Syafi’i, dan satu riwayat dari Ahmad bin Hanbal, tidak ada batas minimal masa suci antara dua haid.
Bahkan menurut Ibn Hazm, tidak ada perbedaan pendapat di kalangan shahabat tentang hal ini.
(Al-Mausu’ah al-Fiqhiyyah Dorar dot net, https://dorar.net/feqhia/637/)
Catatan M4N:
1. Kalau mengacu pada pendapat ini, jika keluar darah haid (dengan sifat-sifatnya yang khas) meski kurang dari 13 atau 15 hari masa suci, itu terhitung darah haid.
2. Menurut pendapat yang masyhur di kalangan Hanafiyyah, Malikiyyah, dan Syafi’iyyah, minimal masa suci antara dua haid adalah 15 hari, sedangkan yang masyhur di kalangan Hanabilah adalah 13 hari.
Wallahu a’lam.


Leave a Reply