Oleh: Muhammad Abduh Negara
Di media sosial, saya tidak mendedikasikan diri untuk menyampaikan pendapat madzhab yang saya ikuti atau pendapat yang saya pilih, atau membelanya dari berbagai kritikan madzhab dan kalangan lain, apalagi menjadikannya pemicu pertikaian antar sesama muslim.
Kalaupun saya menyampaikan pendapat yang saya ikuti, itu sekadar berbagi faidah.
Saya lebih fokus pada, meluruskan kesalahpahaman yang berlaku di tengah-tengah kita, atau memberikan perimbangan informasi saat suatu isu disampaikan secara tidak proporsional, apalagi jika sampai mengarah pada perselisihan dan pertikaian, yang jelas tidak diperlukan.
Karena itu, kadang saya terlihat “membela” kelompok atau afiliasi A pada satu isu, kadang terlihat “membela” kelompok atau afiliasi B pada isu yang lain. Yang belum pernah berinteraksi secara intensif dengan saya, baik nyata maupun maya, kadang bingung dengan hal ini. Apalagi bagi yang terbiasa mengkotak-kotakkan umat Islam sesuai afiliasinya, dan menganggap bahwa setiap orang harus membela afiliasinya dalam segala isu, yang saya lakukan ini tidak masuk dalam akal pendek mereka.
Saya menyatakan, silakan saling memberikan kritik ilmiah pada pandangan berbeda, namun tujuannya adalah wushul Ilal haq, meraih kebenaran. Orang yang tujuannya lurus untuk mendapatkan kebenaran, tidak akan memanipulasi data dan memotong informasi, hanya untuk memenangkan kelompok dan afiliasinya, atau untuk menyerang kelompok dan afiliasi berbeda.
Orang yang tujuannya lurus untuk mendapatkan kebenaran, juga akan lebih mudah untuk sadar diri, bahwa ilmu yang ada padanya masih sangat sedikit, dan dengan itu dia tidak akan mudah memberikan vonis pada lawan, karena bisa jadi, bukan lawan kita yang salah, tapi kita yang terlalu minim ilmu.
Kembali lagi pada aktivitas saya, ketika saya terlihat “membela” satu afiliasi atau satu pendapat, itu tidak selalu berarti saya berasal dari afiliasi tersebut atau selalu sejalan dengan pandangan afiliasi itu. Tujuan saya, sekadar menghilangkan kesamaran dan tuduhan yang tidak benar, sekadar memberikan informasi yang -sependek pengetahuan saya- lebih adil dan proporsional.
Dan jangan bingung, kalau satu waktu saya “membela” afiliasi A, pada waktu lainnya saya malah mengkritik mereka. Karena sejak awal, tujuan saya hanya ingin bersikap adil dan proporsional, semampu saya. Bukan menjadi pembela atau juru bicara afiliasi tertentu.
Semoga bisa dipahami dengan baik.

Leave a Reply