Meniti Jalan Para Ulama - Blog Pribadi Muhammad Abduh Negara

Fikrah

Donasi untuk Mendukung Ahli Ilmu

Oleh: Muhammad Abduh Negara

Kebutuhan umat ini terhadap para ahli ilmu, jauh lebih urgen dari kebutuhan mereka terhadap mewahnya tempat ibadah.

Karena itu, dana yang anda keluarkan untuk mendukung lahirnya seorang ahli ilmu, yang nantinya menyebarkan ilmunya dan mendidik generasi ahli ilmu di masa berikutnya, dan seterusnya dari zaman ke zaman, akan menjadi tabungan abadi bagi anda, yang pahalanya insyaallah akan terus anda dapatkan, selama masih ada orang yang merasakan manfaat ilmu yang tersebar tersebut.

Sayangnya, masih banyak yang baru merasa melakukan amal yang terus mengalir pahalanya, kalau menyumbang untuk pembangunan fisik tempat ibadah, yang kadang sekadar untuk hiasan dan tambahan yang tidak urgen, atau donasi mushaf yang sering salah sasaran, atau hal-hal lain yang sifatnya fisik.

Banyak yang masih berat untuk donasi terhadap peningkatan kualitas SDM umat Islam, donasi untuk melahirkan ulama, dan menganggap itu tidak akan mengalir terus pahalanya. Jangankan donasi, bahkan sekadar bayar SPP kepada guru ngaji yang tidak seberapa saja, berpikir seribu kali.

Padahal, kalau kita mau bandingkan misalnya, uang 100 juta rupiah dari dana umat, itu bisa digunakan untuk membiayai 2-3 orang untuk menuntut ilmu dan menyediakan segala kebutuhan yang diperlukan, sampai menjadi ulama. Hal itu jauh lebih baik, dibandingkan untuk mempercantik bangunan, yang tidak urgen, karena fungsi utama bangunannya sendiri sudah ada dan berjalan dengan baik.

Karena itu, anda yang diberikan karunia oleh Allah ta’ala kelebihan harta, coba cari di tengah keluarga besar anda, atau tetangga dan kolega anda, adakah anak muda yang punya akhlak yang baik, minat mendalami ilmu keislaman dan memiliki kecerdasan yang memadai, namun kesulitan secara finansial.

Jika anda temukan, biayai dia untuk belajar di pesantren yang fokus pada pendalaman ilmu, atau kampus Islam yang bagus kurikulumnya, baik dalam negeri maupun luar negeri. Penuhi kebutuhan hidup dan belajarnya, sampai dia menjadi ulama nantinya. Jangan berpikir ada timbal balik dari sang anak muda tersebut, karena pahalanya dari Allah ta’ala langsung.

Atau, jika di sekitar anda, ada seorang ustadz atau pengajar agama yang baik akhlaknya dan mumpuni ilmunya, yang mengampu kajian rutin secara sistematis, baik kajian Al-Qur’an maupun ilmu syar’i lainnya, yang mengalami kesulitan secara ekonomi, bantulah dia dengan harta anda. Jangan pelit dengan harta anda.

Jangan biarkan sang ustadz, meninggalkan aktivitas mengajar ilmu syar’i, karena harus memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Berkurangnya satu pengajar ilmu syar’i di tengah umat, merupakan kerugian bagi umat.

Misal, anda bisa bantu sang ustadz tersebut dengan memfasilitasinya tempat untuk mengajar, kemudian menyediakan santri yang siap untuk belajar secara gratis, dan anda yang memenuhi kebutuhan sang ustadz tersebut, baik kebutuhan sehari-harinya maupun kebutuhan proses belajar mengajarnya. Sistemnya bisa dibuat menjadi semacam gaji bulanan yang layak, bagi sang ustadz. Ini jauh lebih manfaat, dibandingkan anda berdonasi untuk fisik, apalagi jika donasi fisik yang dimaksud, sekadar untuk mempercantiknya, yang sama sekali tidak urgen.

Leave a Reply