Meniti Jalan Para Ulama - Blog Pribadi Muhammad Abduh Negara

Fikrah

Nama-Nama Ulama Masyhur dan Kedudukannya

Oleh: Muhammad Abduh Negara

Dr. Fadhl Murad, ketua Komisi Ijtihad dan Fatwa IUMS menyebutkan lima nama masyhur yang mencapai derajat mujtahid mutlak dalam fiqih di zaman sekarang, yaitu al-Qaradhawi, Ibn Baz, Ibn al-‘Utsaimin, ‘Abdul Karim Zaidan dan al-‘Amrani. Sedangkan mujtahid dalam ilmu Hadits, beliau menyebut beberapa nama, salah satunya adalah al-Albani. Bahkan beliau menyatakan, dalam beberapa abad terakhir, tidak ada ulama Hadits yang mencapai level yang diraih oleh al-Albani.

Jadi, ketika saya mengutip kritik Dr. Fadhl Murad atas pendapat al-Albani beberapa waktu lalu, itu sama sekali tidak merendahkan kapasitas al-Albani dalam ilmu Hadits. Bahkan kesaksian beliau terhadap keilmuan al-Albani dalam ilmu Hadits yang saya sebutkan di atas, sangat jelas.

Untuk al-Qaradhawi, Dr. Fadhl Murad menyebut beliau “imamul ‘ashr” dan “syaikhul Islam”, serta menyebut beberapa keistimewaan beliau, di antaranya: beliau telah mencapai derajat mujtahid mutlak, manhaj wasathiyyah yang beliau usung, serta kepedulian tinggi beliau terhadap isu keumatan seperti isu P@13sT1N4 dan isu-isu lainnya.

Beliau juga menyebut Dr. Ar-Raisuni, ketua IUMS periode lalu sebagai imam ilmu maqashid syariah di zaman sekarang yang tak terbantahkan. Untuk Dr. ‘Ali al-Qarahdaghi, ketua IUMS saat ini, beliau menyebutnya sebagai salah satu pakar ekonomi syariah yang benar-benar kokoh ilmunya dan sulit dicari tandingannya, dan nama beliau disandingkan dengan az-Zarqa, as-Salus dan beberapa nama lainnya.

Adapun Syaikh Muhammad Hasan ad-Dedew, menurut Dr. Fadhl Murad, beliau sangat luas pengetahuannya dalam berbagai bidang ilmu syar’i, dan hafalannya juga begitu kuat, tapi beliau tidak memiliki karya tulis. Lalu, Dr. Ash-Shallabi, sejarawan ulung yang karya-karyanya tersebar di segenap penjuru bumi.

Ini penilaian dan kesaksian Dr. Fadhl Murad, yang saya sarikan dari berbagai postingan facebook beliau. Kalau anda tidak sepakat, jangan protes ke saya, protes langsung ke beliau. Hehe…

Apa pelajaran dari ini?

Pelajaran terpenting, “Ayo lanjutkan ngajinya…!”

Leave a Reply