Oleh: Muhammad Abduh Negara
Pendapat masyhur di kalangan Syafi’iyyah, untuk safar perempuan disyaratkan bersama suami atau mahram atau para perempuan yang terpercaya (tsiqah). Dalam salah satu pendapat, cukup bersama dengan satu orang perempuan yang tsiqah. Dalam salah satu pendapat lagi, yang dinukil oleh al-Karabisi dan dishahihkan dalam “al-Muhadzdzab”, dia boleh safar sendirian jika jalan yang ditempuh aman. Semua pendapat ini, dalam safar wajib untuk haji atau ‘umrah.
Al-Qaffal mengemukakan pernyataan yang aneh, bahwa kebolehan safar sendirian ini berlaku untuk seluruh safar, dan hal ini dianggap baik oleh ar-Ruyani, beliau berkata: hanya saja ia menyelisihi nash.”
(Fath al-Bari, al-Hafizh Ibnu Hajar al-‘Asqalani, Juz 7, ar-Risalah al-‘Alamiyyah)


Leave a Reply