Meniti Jalan Para Ulama - Blog Pribadi Muhammad Abduh Negara

Fikrah

Saling Melengkapi, Bukan Saling Menegasikan

Oleh: Muhammad Abduh Negara

Ranah tashawwuf dipaksakan masuk pada wilayah fiqih, muncul pernyataan, “Belum tentu kita lebih baik darinya, tidak usah urusi urusan orang lain”, saat kita ingin menegur/mengingatkan orang yang melakukan kemungkaran secara zhahir. Padahal, nahi mungkar atas kemungkaran yang tampak, itu wilayah fiqih. Dan ia tak berbenturan dengan bahasan khauf dan raja’ yang merupakan wilayah tashawwuf, bahwa amal kita pun belum tentu diterima Allah, atau kita belum tentu lebih baik darinya di sisi Allah.

Ranah aqidah dipaksakan masuk pada wilayah fiqih, muncul pernyataan, “Tidak usah pakai masker, tidak usah jaga jarak, tidak usah pakai vaksin, kalau ditaqdirkan mati, ya tetap mati”. Padahal keyakinan terhadap taqdir, bahwa segala sesuatu telah ditetapkan oleh Allah ta’ala, tidak bertentangan dengan amal zhahir bahwa kita dianjurkan berobat, wajib menghindari bahaya, baik bahaya untuk diri sendiri maupun membahayakan orang lain.

Sisi keyakinan, amal batin dan amal zhahir, itu saling melengkapi dan tidak saling menegasikan, selama kita paham batas masing-masing.

Terlihat saling menegasikan, pada sebagian orang, karena ia tidak memahami batas masing-masing. Ujungnya, agama ia tunjukkan dalam bentuk yang konyol atau mengerikan. Wal ‘iyadzu billah.

Leave a Reply