Meniti Jalan Para Ulama - Blog Pribadi Muhammad Abduh Negara

Fikrah

Tayangan yang Mengundang Syahwat

Oleh: Muhammad Abduh Negara

Ada warganet yang menyatakan bahwa iklan sh*pee blac*pin* itu tidak masalah. Tidak akan membuat anak-anak jadi bangkit syahwatnya. Anak-anak tidak mikir macam-macam, yang mereka lihat adalah ada yang nari-nari, joget-joget, tidak ada yang berpikiran ke arah syahwat atau zina.

Saya sepakat untuk ini. Bahwa anak-anak, terlebih yang masih sangat kecil, tak akan berpikir ke arah syahwat apalagi zina. Namun, bukan berarti tayangan-tayangan semacam itu tak ada masalah. Ia tetap sangat bermasalah.

Bagi anak-anak perempuan, ia akan terbiasa melihat pakaian-pakaian artis kpop itu, yang sangat besar kemungkinan menanamkan informasi kuat di pikirannya, bahwa pakaian semacam itu keren, hebat, bagus. Ujungnya, ia akan berusaha meniru cara berpakaian semacam itu. Kemudian, ia akan berusaha mengikuti gaya hidup mereka.

Sedangkan bagi anak laki-laki. Pada awalnya, ia mungkin tak bersyahwat melihat hal-hal semacam itu. Namun lambat laun, jika ia dibiarkan terus melihat hal-hal semacam itu, semakin bertambah usianya, akan muncul syahwatnya, dan zina (wal ‘iyadzu billah) tinggal menunggu waktu.

Tapi kan, tayangan yang buruk, buka-bukaan aurat, cinta-cintaan picisan, dll, tidak hanya di iklan tersebut? Ya, benar. Karena itu, semua tayangan semacam itu perlu dihilangkan dan dihindarkan dari anak-anak kita.

Namun, itu sama sekali bukan alasan untuk menolak petisi penghentian iklan sh*pee blac*pin*. Suatu kebaikan, meski sangat parsial, meski hanya mampu memperbaiki 1% (satu persen) keadaan saja, tetap layak didukung. Sisa 99%-nya, tanggung jawab bersama.

Lalu, standar tayangan yang benar itu bagaimana? Sesuai moral siapa? Sesuai standar mana, Timur atau Barat? Atau kearifan lokal atau apa? Standarnya adalah Islam, hukum aurat, hukum tabarruj, dan berbagai ketentuan lainnya.

Leave a Reply